BAB I

PENDAHULUAN

 

A. Latar Belakang Masalah

Dzikrullah sebagai layaknya adalah sebuah ibadah yang memerlukan sebuah piranti dan mekanisme dalam untuk mencapai tujuannya.

Dzikullah adalah merupakan ibadah yang paling mulia disisi Allah. Oleh karena itu sehubungan dengan khalayak muslim yang beriman dzikrullah  adalah sebagai sarana untuk mendekatkan, meyakin, memantapkan hati kita dalam proses untuk mengukur iman kita.

 

B. Rumusan Masalah

Dalam penyusunan makalah ini penulis telah membuat rumusan masalah yang beupa pertanyaan yaitu sebagai berikut :

1.      Apa pengertian ibadah dan bagaimana tujuan ibadah.

2.      Apa pengertian dzikrullah dan bagaimana cara dzikir yang baik.

3.      Bagaimana keutamaan dzikir.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

BAB II

PENBAHASAN

 

A. Pengertian Ibadah dan Tujuan Ibadah

Pengertian ibadah adalah pengabdian kepada Allah SWT secara lahir batin dengan sarana sebagai kewajiban seorang muslim dengan tujuan untuk melaksanakan perintah Allah SWT dan menjauhi larangannya (Amar ma’ruf nahi munkar), kendatipun hal seperti itu sebagai komitmen seorang muslim terhadap kewajiban dan larangannya adalah sebagai kunci keselamatan seperti halnya Allah SWT berfirman dalam  Q.S  An Nisa’ 103. :

فإذا قضيتم الصّلوة فاذكر والله قياما وفعودا وعلى جنوبكمج فاذا اطماء فاقيموا الصّلوة انّ الصّلوة كأنت على المؤمنين كتابا موقةتا.

 

Artinya : “Maka apabila kamu telah menyelesaikan sholat (mu), ingatlah Allah diwaktu berdiri, diwaktu duduk dan diwaktu berbaring. Kemudian apabila kamu telah merasa aman, maka dirikanlah sholat itu (sebagaimana biasa). Sesungguhnya sholat itu adalah kewajiban yang ditentukan waktunya atas orang-orang yang beriman”. (Q.S  An Nisa’ 103)

 

Ibadah dalam hukum Islam bukanlah sekedar bentuk kegian fisik kendatipun demikian itu dalam menjalankan ibadah janganlah hanya ingin dipuji orang lain. Karena dilihat dari realitas yang dilakukan orang banyak melakukan ibadah seperti itu.meskipun demikian bearti tujuan tesebut belum tercapai dan berusaha senantiasa untuk mewujudkan tujuan dari setiap ibadah yang dilakukan.

 

B. Pengertian Dzikrullah Dan Tata Cara Dzikir Yang Baik

Dzikrullah adalah suatu bentuk pengungkapan syukur kepada Allah dengan melafadzkan berdzikir kepada Allah. Dzikir bisa juga dilakukan dengan lisan dan hati, dzikir tidak akan ada gunanya jika tanpa sebatas dzikir yang tidak diiringi dengan taharah batin, karena dzikir bagi seorang muslim harus diiringi dengan membersihkan hati dan meluruskan niat dan tujuan serta konsisten dalam setiap perbuatan. Seperti dalam hadistnya dzikir itu akan memenuhi timbangan amal kebaikan pada hari kiamat (hari akhir), hingga amal kebaikannya lebih berat dari pada keburukan yang telah dilakukan.

 

 

Berdzikir bisa menjadikan ketenangan hati apabila kita melakukannya dengan khusyu’ dan penuh penghayatan agar memberikan pengaruh positif kepada orang yang melakukannya sehingga hati manjadi tenang dan akhlak menjadi baik.

Seorang mukmin sangat memerlukan ketenangan hati dan ketenangan jiwa, karena itu, ia perlu memperbanyak dzikir kepada Allah, agar senantiasa berhubungan dengan Allah SWT, serta memohon pertolongan dan ampunan-Nya, hal seperti ini akan selalu dalam ingatan Allah, sehingga ia selalu dilimpah karunia dan rahmat-Nya, dan selalu dalam petunjuk dan bimbinga-Nya dalam semua aspek kehidupannya.

Adapun cara dzikir yang paling baik adalah kitabullah dan sebaik-baiknya dzikir kepada Allah adalah dengan membaca Al-Qur’an, karena disamping berupa dzikir di dalam Al Qur’an juga dijelaskan mengenai berbagai hukum Allah. Agar ia bisa mendapat kebahgiaan yang hakiki.

Allah SWT berfirman dalam Q.S. Al Nahl : 44.

باالبيّنات والزّبرط وانزلنآ اليك الذّكر لتبيّن للنّاس مانزّل اليهم ولعلّهم يتفكّرون.

Artinya : “Keterangan-keterangan (mu’jizat) dan kitab. Dan kami turunkan kepadamu Al-Qur’an agar kamu menerangkan kepada ummat manusia apa yang telah diturunkan kepada mereka dan supaya mereka memikirkan”. (Q.S. Al Nahl : 44).

 

Kendatipun dewasa ini kita sebagai ummat muslim harus bisa memakmurkan Masjid dengan digunakan berdzikir kepada Allah atau untuk membaca Al Qur’an, dan mengajarkan ilmu adalah masjid-masjid adalah rumah Allah, memakmurkan masjid adalah dengan ilmu. Dzikir disamping itu juga dengan berbagai ibadah lainnya.

Selain itu dzikir kepada Allah bisa diartikan shodaqoh untuk diri sendiri maksudnya, jika kalian tidak memiliki kelebihan harta maka ucapkanlah subhanallah, Allahu Akbar, Al Hamdulillah, karena seperti lafadz tersebut memiliki pahala seperti pahala shodaqoh. Sebagaimana yang telah kita ketahui bahwa kelima-limanya tersebut adalah amalan-amalan yang kekal. Sebagaimana firman Allah dalam QS. Al Kahfi : 46 yaitu :

المال والبنون زينته الحيوة الدّنياج والباقيات الصّالحت خير عند ربّك ثوابا وخير املا.

Artinya : “Harta dan anak-anak adalah perhiasan kehidupan di dunia tetapi amalan-amalan kekal lagi salah adalah lebih baik pahalanya disisi Tuhanmu serta lebih baik untuk menjadi harapan”. (Qs. Al Kahfi : 46)

 

BAB III

KESIMPULAN DAN PENUTUP

A. Kesimpulan

1.         Dzikir adalah sutau bentuk penggunaan syukur kepada Allah yang tentunya memerlukan sebuah piranri dan mekanisme dalam untuk mencapai tujuan institusioanalnya, yang senantiasa menjadikan hati yang tenang dan ahklak yang baik.

2.         Tata cara dzikir yang baik adalah :

Ø  Mengahadap kifabullah

Ø  Dengan khusus dan baik

3.         Keutamaan dzikir ialah :

Ø  Dapat menenangkan hati

Ø  Bisa menjadikan hati kita baik dan mulia.

 

B. Penutup

Alhamdulillahi rabbil alamin, puji syukur kehadirat Allah SWT, yang memberikan nikmat serta hidayahnya. Sehingga penulis dapat menyelesaikan makalah ini.

Dalam penyusun makalah ini tidaklah mustahil apabila pembaca menemukan kesalahan dan kekurangan, untuk kritik serta saran yang membangun dari dosen maupun rekan-rekan mahasiswa demi tercapai kesempurnaan.

Dan tak lupa juga kepada pihak yang membentuk terselesainya makalah ini kamiu ucapkan terimakasih, dan semoga makalah ini bermanfaat bagi kita semua. Amiiinn.

 

 

 

 

 

KATA PEGANTAR

 

Bismillah Ar Rohman Ar Rohim

Assalamu’alaikum   Wr.Wb.

Alhamdulillahirobbil’alamin, puji syukur kehadirat Allah SWT. Yang memberikan rahmat serta hidayahnya kepada kami sehingga penulis dapat menyelesaikan tugas makalah ini. Sholawat dan salam tetap kita cuahkan kepada Nabi Muhammad SAW sebagai tuntunan bagi kita.

Penyusunan makalah ini adalah sebagai tugas mata kuliah Ushul Fiqh dengan tujuan supaya dapat menjadi pemahaman dan pemahaman bagi penulis tedapat pada materi-materi yang telah diberikan oleh dosen.

Tentu saja penulis sangat menyadari dan berusaha semaksimal mungkin untuk mengerjakan tugas ini dan tidaklah mustahil apabila pembaca menemukan sebuah kekurangan dan kelemahaya, untuk itu saran dan kritik yang membagun untuk kesempurnaan penulisan makalah yang akan datang.

Semoga bermanfaat terimakasih dan maaf

 

 

Cepu, 23 Agustus 2008

 

 

Penulis

 

 

DAFTAR ISI

 

 

 

HALAMAN JUDUL…………………………………………………………………………………… i

KATA PENGANTAR…………………………………………………………………………………. ii

DAFTAR ISI………………………………………………………………………………………………. iii

BAB I PENDAHULUAN……………………………………………………………………………. 1

A.     Latar Belakang Masalah……………………………………………………………….. 1

B.      Rumusan Masalah……………………………………………………………………….. 1

BAB II PEMBAHASAN …………………………………………………………………………….  2

A.     Pengertian Ibadah dan Tujuan Ibadah……………………………………………. 2

B.      Pengertian Dzikir dan Tata Cara Dzikir yang Baik…………………………… 2

BAB III PENUTUP…………………………………………………………………………………….. 4

A.    Kesimpulan…………………………………………………………………………………. 4

B.    Penutup………………………………………………………………………………………. 4

DAFTAR PUSTAKA

 

 

 

 

MAKALAH

PIRANTI DAN MEKANISME BERDZIKIRRULLAH

Diajukan Untuk Memenuhi Tugas Akhir Semester IV

Dosen Pengampu : Bp. Aly Imron, S.PdI

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Disusun Oleh :

NURUL ROMADHONA

JURUSAN TARBIYAH/PAI

SEKOLAH TINGGI AGAMA ISLAM

AL MUHAMMAD CEPU

2008/2009

About these ads