I. Hukum Zakat, Hikmah dan Hukum Orang Yang Tidak Mau Berzakat

A. Hukum

Zakat adalah kewajiban yang dibebankan oleh Allah SWT terhadap setiap muslim yang memiliki harta yang sudah mencapai nisab, sesuai dengan syaratnya. Allah menetapkan kewajibannya dengan firman-Nya,

“Ambillah sebagian dari harta mereka sebagai sedekah {zakat} supaya kamu mensucikan diri mereka dan membersihkan diri mereka dengannya.” {QS. At-Taubah : 103}

Selain itu Rasulullah juga bersabda :

بني الاسلام على خمس شهادة ان لا اله الاّ الله وانّ محمّدا رسول الله واقام الصّلاة وإيتاء الزّكاة والحجّ وصوم رمضان.

 

“Islam dibangun atas lima perkara : Bersaksi bahwa tiada sesembahan selain Allah dan bahwa Muhammad adalah utusan Allah, menegakkan sholat, membayar zakat, menunaikan ibadah haji, dan berpuasa pada bulan Ramadhan.”

 

B. Hikmah

Hikmah ditetapkannya zakat antara lain adalah sebagai berikut :

1.      Membersihkan jiwa manusia dari kotoran bakhil, kikir, rakus dan tama’.

2.      Membelas kasihani orang fakir, menutup kebutuhan kaum dhuafa, fakir miskin    dan orang yang tidak mempunyai harta tapi menjaga dirinya untuk meminta-minta.

3.      Menegakkan kepentingan umum,yang kehidupan masyarakat dan kebahagiaan bergantung padanya.

4.      Mencegah penumpukan dan penimbunan harta orang kaya, supaya harta tidak tertahan atau hanya melingkar di kalangan orang kaya saja.

C. Hukum Orang yang Tidak Mau Berzakat

Orang yang enggan membayar zakat dan menentang kewajiban itu maka dia dihukumi sebagai orang kafir. Adapun orang yang tidak mau menunaikan zakat karena ia kikir, akan tetapi ia mengaku bahwa zakat merupakan kewajiban, maka ia berdosa, dan zakatnya harus diambil secara paksa, jika ia melawan maka ia harus diperangi sampai dia mau tunduk kepada perintah Allah dan mau membayar zakat.

 

II. Jenis-Jenis Harta Orang yang Terkena Kewajiban Zakat

A. Dua Jenis Uang

Dua jenis uang adalah uang emas dan uang perak, serta yang sejenis dan dapat disertakan dengan keduanya berupa barang dagangan, barang tambang, serta harta temuan atau disebut juga (harta karun).

 

B. Binatang Ternak

Adapun binatang ternak yang wajib di zakati adalah : unta, sapi, dan kambing. Sabda Rosulullah SAW :

والّذى لااله غيره مامن رجلٍ تكون له ابلٌ اوبقرة اوغنمٌ لايؤدّي حقّها الاّ ايّ بها يوم القيامة اعظم ماتكون واسمنه تطؤه باحفافها وتنطحه بقرونها.

 

“Demi dzat yang tiada sesenbahan selain dia,tiada seorangpun yang mempunyai onta, sapi, atau kambing, yang tidak ia bayarkan zakatnya kecuali akan didatangkan pada hari kiamat binatang-binatang yang lebih besar dari pada yang dia punyai didunia, lalu menginjak-injaknya dan menanduk dia dengan tanduknya secara bergantian.

C. Buah-Buahan dan Biji-Bijian

Biji-bijian disini adalah semua yang ditanam pada waktu tertentu seperti gandum, kacang, kentang, padi, dan sejenisnya.

Adapun buah-buahan yang wajib dizakati adalah kurma, zaitun dan anggur. Sabda Rasulullah Saw :

 

فيماسقت السّماء والعيون اوكان عشر يّاالعسروماسقي باالنّضح نصف العشر

“Pada tanaman tadah hujan dari langit atau pohon kurma yang akarnya menyerap air tanah tanpa harus dialiri, maka kewajiban zakatnya sebesar 10%, sedangkan pada tanaman yang dialiri usaha manusia maka kewajiban zakatnya 1/20 atau 5%.”

D. Harta yang Tidak Terkena Kewajiban Zakat

1.      Budak, Kuda, Bighal, Keledai

2.      Harta yang belum mencapai nishab (batas minimal harta kena zakat), kecuali bila pemiliknya menghendaki untuk berzakat.

3.      Sayuran dan tumbuhan hijau.

4.      Perhiasan perempuan

5.      Batu mulia, seperti Zamrud, permata dan mutiara, jika barang-barang itu dierdagangkan, maka diwajibkan zakat sebagaimana barang niaga lainnya..

6.      Barang-barang yang digunakan untuk kepentingan sehari-hari dan tak diperdagangkan.

 

III. Keterangan Tentang Syarat Nishab Barang yang Terkena Zakat Dan Kadar Prosentase Zakat Wajibnya

A. Dua Jenis Uang dan yang Sejenis Dengannya

1.      Emas

Syarat zakatnya adalah sudah berjalan waktu setahun dan jumlahnya sudah mencapai nishab, yaitu 20 dianar dan zakat yang harus dikeluarkan adalah sebanyak 2,5%.

2.      Perak

Syaratnya zakatnya adalah sudah berjalan waktu setahun dan jumlahnya sudah mencapai nishab seperti halnya emas nishabzakat perak adalah lima uqiyah (dua ratus dirham) zakat yang harus dikeluarkan adalah 1/40 (2,5%).

 

3.      Orang yang memiliki harta namun terpisah-pisah.

Apabila masing-masing harta sudah mencapai nishab maka zakat dikeluarkan dari keduanya dengan hitungannya sendiri-sendiri.

4.      Barang dagangan

Jika barang dagangannya berupa mudharah, maka yang dihitung adalah harga pokoknya dalam setiap tahun, jika total sudah mencaai nishab maka zakatnya 2,5%.

5.      Piutang

Jika ia tak mempunyai uang selain piutang sedang piutangnya sudah mencapai nishab, maka dia harus mengeluarkan zakatnya.

6.      Harta temuan (Rikaz)

Harta Rikaz zakatnya adalah 1/5 (20%)

7.      Barang tambang

Jika barang tambang itu berupa besi atau tembaga, atau batu api, maka disunnahkan bagi pemniliknya untuk mengeluarkan zakatnya sebesar 2,5 %.

B. Binatang Ternak

1.      Unta, nishabnya 5 ekor unta dan zakatnya adalah satu ekor kambing yang sudah berusia satu tahun.

2.      Sapi, nishabnya 30 ekor dan zakatnya adalah satu anak sapi yang berusia satu tahun.

3.      Kambing, nishabnya adalah 40 ekor, maka zakatnya adalah seekor kambing yang sudah berusia satu tahun.

C. Buah-Buahan dan Biji-Bijian

Syarata biji dan buah yang dizakati adalah yang sudah masak buahnya. Nishabnya adalah lima wasaq, satu wasaq = 60 sha’ sedang 1 sha’ = 4 mudd. Kewajiban zakat yang harus ditunaikan pada tanaman yang tak perlu biaya untuk mengairinya adalah 10 % atau ½ wasaq. Jika tumbuhan itu memerlukan irigasi/pengairan maka zakatnya = 5 %.

IV. Pos Pembelanjaan Zakat

1.      Orang-orang fakir : orang yang tak mempunyai harta, namun bisa menutup kebutuhan primernya yakni makan, minum pakaian dan tempat tinggal.

2.      Orang miskin hukumnya sama dengan orang fakir dalam segala kondisi dan keadaan.

3.      Orang Amil (yang bertugas mengurusi zakat)

4.      Untuk Muallaf (orang yang masih lemah keislamannya)

5.      Untuk memerdekakan budak, maksudnya : ada seorang muslim membeli budak dengan harta zakat kemudian di merdekakan di jalan Allah.

6.      Orang yang mempunyai tanggungan hutang.

7.      Untuk Sabilillah, berupa amalan yang membawa kepada keridhoan Allah.

8.      Ibnu Sabil, orang yang bepergian kemudian kehabisan bekal, padahal dia berada jauh dari negerinya, maka dia berhak mendapatkan zakat untuk kebutuhannya.

V. Zakat Fitrah

A. Hukum

Zakat fitrah adalah sunnah yang diwajibkan atas setiap individu dari kaum muslimin.

 

B. Hikmah

Hikmah zakat fitrah diantaranya adalah membersihkan dari orang yang berpuasa dari bekas perbuatan sia-sia dan perkataan kotor yang mungkin ada. Selain itu zakat fitrah juga mencari kecukupan bagi kaum fakir miskin dari meminta-minta di hari raya.

 

C. Kuantitas dan Jenis Makanan yang Dikeluarkan sebagai Zakat.

Kadar kuantitas zakat fitrah adalah satu sha’, jenis yang dikeluarkan sebagai zakat tergantung makanan pokok penduduk setempat.

 

 

D. Tidak Mengeluarkan Selain Makanan

Yang diwajibkan adalah mengeluarkan zakat fitrah dari jenis makanan, tidak boleh diganti uang yang setara dengan harga makanan itu, kecuali dalam keadaan darurat.

 

E. Waktu Diwajibkannya dan Mengeluarkannya

Zakat fitrah diwajibkannya pada waktu menjelang malam idul fitri, waktu mengeluarkannya yang di perbolehkan adalah satu atau dua hari sebelum hari raya Idul fitri. Sedangkan waktu yang afdhal adalah sejak terbitnya matahari sampai sesaat sebelum di laksakannya shalat Id.

 

F. Pembelanjaan Zakat Fitrah

Pembelanjaan zakat fitrah sama dengan pembelanjaan zakat pada umumnya, akan tetapiorang fakir dan miskin lebih berhak dari enam golongan lainnya.

Zakat fitrah tidak boleh diberikan kepada selain kaum fakir/kecuali jika mereka tidak ada.

Zakat fitrah diwajibkan atas seorang muslim diderah tempat dia bermukim, dan tidak diperbolehkan memindahkan zakat fitrah dari daerah satu kedaerah lain.